eman sipasi wanita masa kini aden Ajeng Kartini atau lebih akrab disebut sebagai Ibu Kartini merupakan sosok perempuan luar biasa pada masa nya, yang bahkan jasanya masih terkenang hingga sekarang. Mulai dari hari kelahirannya yang selalu diperingati dengan berbagai kegiatan seperti karnaval kartini, cita-cita nya melahirkan sebuah lagu nasional (Ibu Kita Kartini), perjalanan lika liku hidup yang dibukukan, atau bahkan kisahnya yang diangkat ke dalam layar lebar. Beliau adalah wanita keturunan bangsawan yang lahir di Jepara pada 21 April 138 tahun silam. Garis keturunan biru yang disandangnya, tidak lantas menjadikan sosok Kartini sombong, bahkan Kartini tidak suka dipanggil sebagai “Raden Ajeng” karena beranggapan bahwa keturunan bangsawan atau tidak, kedudukannya sama saja. Jadi tidak perlu adanya embel-embel Raden Ajeng. Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi wanita. Emansipasi wanita sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (kbbi) berarti proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan maju. Secara sederhana bisa diartikan sebagai proses untuk mendapatkan persamaan derajat baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik, maupun pendidikan. Perjuangan Kartini dilatarbelakangi oleh kehidupan wanita pada zamannya yang cenderung dibatasi. Wanita pada zaman itu hanya boleh di dapur, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menjalankan fungsinya sebagai seorang istri, dan mereka tidak diberi hak yang sama untuk mengenyam pendidikan seperti kaum laki-laki pada masa itu. Dalam kondisi demikian, Kartini melihat adanya kesenjangan intelektual antara suami dan istri khususnya dalam bidang pendidikan. Untuk itu, muncullah inisiatif dari Kartini untuk menyuarakan emansipasi wanita, yang memang pada masa itu masih dianggap sebagai hal tabu. Melalui perjuangan dan kerja kerasnya, akhirnya berdirilah Sekolah Wanita yang dinamai dengan Sekolah Kartini. Berdiri di Semarang pada 1912 oleh Yayasan Kartini lalu menyebar ke daerah Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan lain sebagainya. Berkat perjuangan Kartini, wanita era sekarang merasakan dampak yang luar biasa. Dimana tidak ada lagi perbedaan gender, semua wanita dan laki-laki dianggap sama sederajat. Berhak memperoleh kesempatan dalam bidang apapun termasuk bidang pendidikan. Bahkan pekerjaan yang dulunya dianggap sebagai pekerjaan khusus kaum laki-laki pun, kini kaum wanita bisa menjadi bagian dari pekerjaan itu juga. Misalnya menjadi polisi wanita (polwan), pilot wanita, tentara wanita, menteri wanita, pemimpin negara wanita dan masih banyak lagi. Seiring dengan gencarnya slogan “emansipasi wanita” tak pelak menjadikan wanita masa kini terkadang lupa kodratnya sebagai seorang wanita. Mereka memaknai emansipasi sebagai bentuk perlawanan, pemberontakan, dan kebebasan tanpa batas. Padahal kita tau sendiri bahwa wanita masih memiliki tanggung jawab lain yaitu sebagai istri dan ibu dalam keluarganya. Ia memiliki kewajiban untuk melayani suami serta mendidik anak-anaknya terlepas dari pekerjaan yang dijalaninya. Dengan demikian, perlu diketahui bahwa emansipasi bukanlah –sesuatu- untuk ‘menghilangkan kodrat wanita’. Melainkan mensejajarkan peran kaum wanita dengan kaum laki-laki untuk menjalin hubungan yang bersifat partnership, bukan saling menguasai atau melepaskan diri dari tanggung jawab yang ada. Karena Kartini pun, pengagum kesetaraan.

Iklan

kesehatan

Deskripsi Program Studi
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu program studi yang bertujuan mengasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kemampuan dalam mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat, memecahkan masalah kesehatan masyarakat, mengimplementasikan intervensi kesehatan masyarakat dan melakukan pembelajaran seumur hidup.

Lulusan dari program studi sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat dididik agar mampu melakukan kajian dan analisis (Analysis and Assessment), memahami dasar-dasar ilmu kesehatan masyarakat (Basic public health sciences), mampu merencanakan dan mengembangkan kebijakan (Policy development and program planning), mampu melakukan komunikasi efektif (Communication), mampu merencanakan dan mengelola sumber dana (Financial planning and management/Resource), mampu mengidentifikasi determinan sosial budaya (Cultural competency/local wisdom), mampu melakukan pemberdayaan masyarakat (Community dimensions of practice), serta mampu memimpin dan berfikir sistem (Leadership and systems thinking/total system).

Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat memiliki 9 peminatan, yaitu Biostatistik, Epidemiologi, Informatika Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Manajemen Asuransi Kesehatan, Manajemen Informasi Kesehatan, Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Promosi Kesehatan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta Kesehatan Lingkungan.

Program Studi Kesehatan Masyarakat hanya dibuka pada program pendidikan S1 Reguler dengan kuota jalur masuk 50% dari jalur undangan yaitu SNMPTN, dan 50% dari jalur ujian tulis yaitu SBMPTN dan SIMAK-UI.

Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan S1 Reguler dibayarkan sesuai dengan kemampuan penanggung biaya. Skema pembayaran tersebut dinamakan BOP-B (Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan). BOP-B dibayarkan dengan kisaran Rp 100.000-7.500.000. Untuk S1 reguler terhitung 2013 sudah tidak dikenakan uang pangkal, hal ini dikarenakan uang pangkal disubsidi oleh pemerintah melalui Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

UI menggunakan Uang Kuliah Tunggal atau UKT sebagai sistem pembayaran dimana mahasiswa membayar biaya satuan pendidikan yang sudah ditetapkan program studi dan tidak dikenakan lagi biaya per-SKS.

Jurnal Ilmiah
Fakultas Kesehatan Masyarakat memfasilitasi seluruh mahasiswa dari program sarjana hingga doktor untuk mempublikasikan karya tulis ilmiahnya dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh FKM UI yakni Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, Jurnal Kebijakan dan Administrasi Kesehatan Indonesia, serta Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia.

Jadwal Pendaftaran
Jadwal pendaftaran dapat dilihat secara online di website www.penerimaan.ui.ac.id

Informasi komprehensif Program Studi Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat
Dokumen informasi lengkap Program Studi [PDF]
Informasi Biaya Pendidikan Program Sarjana

Kontak
Gedung B Lantai 1, FKM UI Depok
Telp/ Fax       : (021) 7864975 / 7864979
Website         : www.fkm.ui.ac.id
Email              : fkm@ui.ac.id

Teori belajar menurut Gagne

PEMBAHASAN

Dalam menjalani kehidupannya, manusia pasti selalu berusaha hidup kearah yang lebih baik. Untuk menuju kearah yang lebih baik manusia harus belajar. Belajar dari berbagai hal yang terjadi dalam kehidupannya. Belajar adalah suatu aktivitas mental (psikis) yang berlangsung dalam interaksi dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan yang bersifat relative konstan[1]. Sedangkan pengertian belajar menurut  R.Gagne adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan dan tingkah laku[2]

Dalam suatu proses belajar manusia memiliki beragam potensi, karakter, dan kebutuhan yang berbeda dengan manusia yang lainnya. Maka dari itu tipe-tipe belajar yang dilakukan manusia pun menjadi beragam.

Berikut merupakan tipe-tipe belajar yang dikemukakan oleh Gagne. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar, yaitu:

  1. Belajar Isyarat (signal learning). Ternyata tidak semua reaksi spontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respons. Dalam konteks inilah signal learning terjadi. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan.
  2. Belajar stimulus respon. Belajar tipe ini memberikan respons yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk prilaku tertentu shaping. Kondisi yang diperlukan untuk berlangsungnya tipe belajar ini adalah factor pengutan (reinforcement). Kemampuan tidak diperoleh dengan tiba-tiba, akan tetapi melalui latihan-latihan, respon dapat diatur dan dikuasai, respon diperkuat dengan imbalan atau reword[3].

Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Guru memberi pertanyaan kemudian murid menjawab.

  1.  Belajar merantaikan (chaining) . Tipe belajar ini merupakan cara belajar dengan membuat gerakan-gerakan motorik, sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya.
  2. Belajar asosiasi verbal  (verbal association).  Tipe belajar verbal association  merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu objek yang berupa benda, orang atau kejadian dan merangkaiakn sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Membuat prosedur dari praktek kayu.
  3. Belajar membedakan (discrimination).  Tipe belajar discrimination  memberikan reaksi yang berbeda-beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak, seperti kotak kardus, kubus, dsb.
  4. Belajar konsep (cocept learning).  Belajar mengklasifikasikan stimulus, atau menempatkan objek-objek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek, atau konsep dalam kuliah mekanika teknik.
  5. Belajar dalil (rule learning)  tipe belajar learning merupakan tipe belajar untuk menghasilakan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan bebrapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya.
  6. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe belajar prolem solving merupakan tipe belajar  yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbenuk kaedah yang lebih tinggi. Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut.

Selain mengemukakan 8 tipe belajar diatas Gagne telah mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai cirri-ciri sama dalam satu kategori. Yaitu:

  1. Keterampilan intelektual: kemampuan seseorang untuk  berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf, angka, kata atau gambar.
  2.  Informasi verbal: seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu pristiwa secara lisan atau tertulis, termasuk dengan cara menggambar.
  3. Strategi kognitif: kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri, mengingat dan berfikir.
  4. Keterampilan motorik: seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu. Cirri khasnya adalah otomatisme, yaitu gerakan berlangsung secara teratur dalam berjalan dengan lancar dan luwes.
  5. Sikap: keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihan-pilihan dalam bertindak.

 

Setelah memaparka jenis-jenis belajar menurut Ggne berikut adalah jenis-jenis belajar menurut Bloom. Seorang ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konsep taksonomi belajar ini mempunyai nama lengkap Benyamin S Bloom (1956). Taksonomi belajar  adalah pengelompokan tujuan belajar berdasarkan doamain atau kawasan belajar[4]. Kawasan belajar tersebut yaitu:

  1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif)

Prilaku yang merupakan proses berfikir atau prilaku yang termasuk hasil kerja otak. Beberapa contoh berikut termasuk kawasan kogniif: menyebutkan definisi manajemen, membedakan fungsi meja dan kursi, menggambarakan kegiatan proyek dengan PERT, menjabarakan prilaku umum menjadi prilaku khusu, menyusun desain intruksional. Dan lain-lain. Beberapa kemampuan kognitif tersebut, anatara lain:

  1. Pengetahuan, tentang suatu materi yang dipelajari
  2. Pemahaman, memahami makna materi.
  3. Aplikasi atau penerapan penggunaan materi atau aturan teoritis yang prinsip.
  4. Analisa, sebuah proses analisis teoritis dengan menggunakan kemampuan akal.
  5. Sintesa, kemampuan memadukan konsep, sehingga menemukan konsep baru.
  6. Evaluasi, kemampuan melakukan evaluative atas penguasaan materi pengetahuan.

Pada tahun 2001 dalam resived taxonomy, Aderson dan Krathwohl merevisi kawasan kognitif. Menurutnya terdapat dua kategori yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan. Pada dimesi proses kognitif, ada enam jenjang tujuan belajar, yaitu sebagai berikut.

  1. Mengingat: meningkatkan  ingatan atas materi yang disajikan dalam bentuk yang sama seperti yang diajarkan.
  2. Mengerti: mampu membangun arti dari pesan pembelajaran, termasuk komunikasi lilsan, tulisan maupun grafis.
  3. Memakai: menggunakan prosedur untuk mengerjakan latihan maupun memecahkan masalah.
  4. Menganalisis: memecah bahan-bahan ke dalam unsure-unsur pokoknya dan menentukan bagaimana bagian-bagaian saling berhubungan satu sama lain  dan kepada seluruh struktur.
  5. Menilai: membuat pertimbangan berdasarkan criteria dan standar tertentu.
  6. Mencipta: membuat suatu produk yang baru dengan mengatur kembali unsure-unsur atau bagaian-bagian dalam suatu pola atau struktur yang belum pernah ada sebelumnya.

Pada dimensi pengetahuan, ada empat kategori, yaitu:

  1. Fakta (factual knowledge):  berisi unsure-unsur dasar yang harus diketahui siswa jika mereka akan diperkenalkan dengan satu mata pelajaran tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
  2. Konsep conceptual knowledge) : meliputui skema, model mental atau teori dalam berbagai model psikologi kognitif.
  3. Prosedur (procedural knowledge) : pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu, biasanya berupa seperangkat urutan atau langkah-langkah yang harus diikuti.
  4. Metakognitif (metacognitif knowledge) :pengetahuan tentang pemahaman umum, seperti kesadaran tentang sesuatu dan pengetahuan tentang pemahaman pribadi seseorng.

 

  1. Affective Domain (Kawasan Afektif)

Prilaku yang dimunculkan seseorang sebagai pertanda kecendrungannya untuk membuat pilihan atau keputusan untuk beraksi dalam lingkungan tertenu. Contoh dalam kawasan afektif:

-menganggukan kepala sebagai tanda setuju

– meloncat dengan muka berseri-seri sebagai tanda keriangan,

-pergi ke mesjid atau ke gereja sebagai prilaku orang kepada Tuhan YME.

Kawasan afektif menurut krathwohl, Bloom dan Masia (1964), meliputi tujuan belajar yang berkenaan dengan minat, siakp dan nilai serta pengembangan penghargaan dan penyesuain diri. Kawasan ini dalam lima jenjang tujuan, yaitu sebagai berikut:

  1. Penerimaan (receiving): meliputi kesadaran akan adanya suatu system nilai, ingin menerima nilai, dan memperhatikan nilai tersebut, misalnya siswa menerima sikap jujur sebagia sesuatu yang diperlukan.
  2. Pemberian respons (responding): meliputi sikap ingin merespons terhadap system, puas dalam memberi  respons, misalnya bersikap jujur dalam setiap tindakannya.
  3. Pemberian nilai atau penghargaan penilaian meliputi penerimaan terhadap suatu system nilai yang disukai dan memberikan komitmen untuk menggunakan system nilai tertentu, misalnya jika seseorang telah menerima sikap jujur, ia akan selalu komit dengan kejujuran, menghargai orang yang bersikap jujur dan ia juga berprilaku jujur.
  4. Pengorganisasian (organization): meliputi memilah dan menghimpun system nilai yang akan digunakan, misalnya berprilaku jujur berhubungan dengan nilai-nilai yang lain seperti kedisiplinan, kemandirian, keterbukaan, dan lain-lain.
  5. Karakterisasi (characterization): karakteristik meliputi prilaku secara terus menerus sesuai dengan system nilai yang telah di organisasikannya, misalnya karakter dan gaya hidup seseorang, sehingga ia dikenal sebagai pribadi yang jujur; keteraturan pribadi, social dan emoosi seseorang sehingga dikenal sebagai orang yang bijaksana.

 

  1. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotor)

Domain ini berebntuk gerakan tubuh, antara lain seperti berlari, melompat, melempar, berputar, memukul, menendang, dan lain-lain. Dave (1970) mengemukakan llima jenjang belajar pada ranah psikomotor, kelima jenjang tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Meniru: kemampuan mengamati suatu gerakan agar dapat merespons.
  2. Menerapkan: kemampuan mengikuti pengarahan, gerakan pilihan dan pendukung dengan membayangkan gerakan orang lain.
  3. Memantapkan: kemampuan memberikan respons yang terkoreksi atau respons dengan kesalahan-kesalahan terbatas atau minimal.
  4. Merangkai: koordinasi rangkaian gerak dengan membuat aturan yamg tepat.
  5. Naturalisasi: gerakan yang dilakukan secra rutin dengan menggunakan energy fisik dan psikis yang minimal.

Biografi Merry Riana

Biografi Merry Riana – Motivator Wanita Tersukses. Buku yang berjudul “Mimpi Sejuta Dolar” itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif yang yang terinspirasi dari kisah Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses ini berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, Merry Riana lahir dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana. Orangtua Merry adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Perjalanan hidup Merry di Singapura berawal ketika terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kejadian tersebut. Ia kemudian memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ayah Merry memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus.

Motivasi Kerja Hanya Dalam 12 Langkah

sarayati

Motivasi Kerja Hanya Dalam 12 Langkah

By admin| March 1, 2014

motivasi kerja

Meskipun anda sangat mencintai pekerjaan anda, ada kalanya motivasi kerja anda berada pada titik terendah. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini terjadi, namun hal terpenting yang perlu anda ketahui adalah hal ini terjadi pada siapapun pada titik tertentu. Jika anda mengikuti beberapa tips sederhana yang ada di bawah ini, anda bisa mendapatkan kembali hal-hal yang memotivasi anda:

1. Jujurlah Dengan Diri Anda

Akui bahwa anda kehilangan motivasi dan anda harus melakukan sesuatu. Kejujuran selalu merupakan cara terbaik.

2. Mengapa Anda Berada Disini?

Sangatlah mudah untuk merasa anda hanya bagian kecil, sehingga anda perlu mengingatkan diri anda mengenai gambaran besar dari yang anda kerjakan. Laporan-laporan yang anda susun mungkin tidak begitu berarti bagi anda namun mereka merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pertumbuhan perusahaan. Sadarilah betapa pentingnya hal-hal yang anda kerjakan setiap hari.

Lihat pos aslinya 554 kata lagi

Motivasi Kerja Hanya Dalam 12 Langkah

Motivasi Kerja Hanya Dalam 12 Langkah

By | March 1, 2014

motivasi kerja

Meskipun anda sangat mencintai pekerjaan anda, ada kalanya motivasi kerja anda berada pada titik terendah. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal ini terjadi, namun hal terpenting yang perlu anda ketahui adalah hal ini terjadi pada siapapun pada titik tertentu. Jika anda mengikuti beberapa tips sederhana yang ada di bawah ini, anda bisa mendapatkan kembali hal-hal yang memotivasi anda:

1. Jujurlah Dengan Diri Anda

Akui bahwa anda kehilangan motivasi dan anda harus melakukan sesuatu. Kejujuran selalu merupakan cara terbaik.

2. Mengapa Anda Berada Disini?

Sangatlah mudah untuk merasa anda hanya bagian kecil, sehingga anda perlu mengingatkan diri anda mengenai gambaran besar dari yang anda kerjakan. Laporan-laporan yang anda susun mungkin tidak begitu berarti bagi anda namun mereka merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pertumbuhan perusahaan. Sadarilah betapa pentingnya hal-hal yang anda kerjakan setiap hari.

3. Untuk Siapa Anda Bekerja?

Apakah anda bekerja untuk menafkahi keluarga anda, orang tua anda atau untuk membangun karir anda? Apapun alasan yang memotivasi anda dalam bekerja, cobalah letakkan sesuatu yang menjadi pengingat di meja atau di telepon genggam/tablet anda. Sekarang anda memiliki afirmasi harian sebagai alasan mengapa anda bekerja.

4. Bacalah Buku-buku Motivasi

Hal ini mungkin terdengar konyol namun membaca buku motivasi yang baik dapat membuat anda bersemangat. Ada banyak buku motivasi tersedia di toko-toko buku dan mungkin salah satunya dapat memiliki dampak yang dramatis pada anda dalam hal motivasi kerja.

5. Hindari Rekan Kerja yang Negatif

Salah satu penguras motivasi anda dalam bekerja adalah jika anda dikelilingi oleh orang-orang yang negatif. Jika anda merasa anda kehilangan motivasi setelah mendengarkan mereka berbicara, maka anda memiliki masalah. Cobalah untuk meminta relokasi meja kerja dan berikan alasan mengapa anda mengajukan hal tersebut.

6. Poster Motivasi

Oke, hal ini mungkin sedikit klise dan terdapat banyak situs yang menjadikan hal ini lelucon, namun poster atau pesan motivasi bukanlah ide yang buruk. Tentunya anda lebih memilih untuk dikelilingi oleh pesan-pesan positif daripada negatif kan? Sangatlah mudah untuk menjadi sinis – namun memiliki keyakinan membutuhkan usaha.

7. Bicara

Jika anda merasa anda bergumul dengan motivasi kerja anda, cobalah untuk membicarakannya dengan rekan kerja yang anda percaya atau bahkan dengan atasan anda – jika atasan anda cukup terbuka untuk membicarakan hal ini. Kebanyakan perusahaan ingin anda merasa bahagia dan produktif dan sangat membantu untuk mengembalikan motivasi anda.

8. Gosip Seputar Kantor

Hindari, hindari, dan hindari gosip seputar kantor sebisa mungkin. Gosip umumnya berawal dari orang-orang yang tidak memiliki cukup pekerjaan sehingga membuat anda kehilangan fokus pada pekerjaan anda. Gosip seputar kantor tidak memiliki manfaat, sangat merusak dan orang yang anda gosipkan mungkin akan membicarakan anda besok, minggu depan, atau bulan depan.

9. Istirahat

Jika anda bergumul dengan sebuah masalah pada pekerjaan atau proyek, jangan menghantamkan kepala anda ke dinding – tinggalkan pekerjaan itu selama satu atau dua jam lalu kembali. Istirahat dapat memberikan pikiran anda kesempatan untuk menemukan solusi dari masalah anda – pikiran manusia merupakan pemberi solusi yang sangat luar biasa jika anda memberinya kesempatan.

10. Periksa Postur Anda

Apakah anda duduk bermalas-malasan pada kursi anda setiap hari? Posisi duduk seperti ini dianggap memberi sinyal psikologis yang salah kepada tubuh anda. Jika postur tubuh anda terlihat depresi dan tidak termotivasi, maka emosi anda juga akan mengikuti postur anda. Cobalah duduk tegak dan perhatikan bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi mood anda secara cepat.

11. Minum Air

Sangatlah mengagumkan bagaimana dehidrasi dapat menyebabkan anda merasa lelah, malas, dan tidak memiliki inspirasi. 80% tubuh manusia terdiri dari cairan sehingga tubuh anda perlu diisi dengan cairan yang cukup setiap harinya. Minum air beberapa gelas per hari dapat membuat anda merasa lebih bertenaga – air merupakan bahan bakar tubuh anda jadi manfaatkanlah.

12. Selesaikanlah Pekerjaan yang Anda Mulai

Anda bangun di pagi hari dan jempol kaki anda tersandung. Dasi anda terkena pasta gigi. Lalu mobil anda mogok. Pagi yang luar biasa dan sekarang anda akan menyaksikan hari anda akan semakin buruk. Baca juga Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai.

Keadaan emosi anda dapat anda ubah dengan melihat foto anak anda, binatang peliharaan favorit anda, atau hanya dengan menonton video motivasi (jika hal tersebut diijinkan di tempat kerja anda). Bagi saya, video selalu dapat memotivasi saya dan membuat saya tersenyum.

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Perkembangan Peserta Didik
Perkembangan mengacu pada bagaimana seorang tumbuh, beradaptasi, dan berubah disepanjang perjalanan hidupnya. Orang tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional (sosial dan emosi), perkembangan kognitif (berpikir), dan perkembangan manusia menurut teori Piaget (kognitif dan moral) serta teori perkembangan kognitif menurut Lev Vygotsky. Setidaknya ada lima faktor yang dapat memengaruhi kinerja peserta didik kita, yaitu lingkungan keluarga, atmosfer persekawanan, sumber daya sekolah, kecerdasan yang berasal dari dalam diri sendiri, dan aksesibilitas pencapaian informasi.
Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya.
Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya, dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan, antara lain :

pengalaman Menjadi Guru dan Tutor

Pengalaman Menjadi Guru dan Tutor

18 September 2015 07:14:39Diperbarui: 18 September 2015 07:19:53Dibaca : 125 Komentar : 0 Nilai : 0
Pengalaman Menjadi Guru dan Tutor

Lantunan asma’ul khusna terdengar begitu keras. Siswa-siswi MI Darul Huda Kedundung kota Mojokerto membaca bacaan asma’ul khusna sebelum pelajaran dimulai. Sekolah ini adalah sekolah saya ketika waktu SD dulu. Setelah 12 tahun berlalu. Kini saya diberikan amanat oleh Pak Riha mustofa selaku Kepala sekolah untuk mengabdi sebagai guru komputer disana. Sebenarnya pelajaran yang saya ajarkan berbeda dengan jurusan yang saya ambil waktu kuliah. Namun saya sudah mengerti cara mengoperasikan program microsoft office. Materi komputer yang diajarkan ditingkat SD.

Di pagi hari saya mengajar di SD, Mulai dari hari senin, selasa, kamis, dan sabtu. Sorenya sekitar jam setengah 3 mulai hari senin sampai sabtu, saya mengajar di bimbingan belajar (bimbel) The House of Training Centre (HTC) Mojokerto. Saya mengajar pelajaran matematika disana mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Berikut ini akan saya tulis pendapat saya tentang profesi guru di sekolahan dan tutor di bimbel.

Guru adalah Artis dikelas

Guru adalah seorang artis didalam kelas. Semua murid akan tertuju kepada gurunya. Jadi penampilan seorang guru harus terlihat semenarik mungkin. Agar siswa-siswanya bisa tertarik untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan guru sampai selesai. Ketika berbicara didepan siswa usahakan posisi tepat di depan kelas bagian tengah untuk memandang secara sekilas wajah-wajah murid kita. Jangan sampai menatap terlalu lama di satu sisi kelas saja. Hal ini bertujuan agar tatapan mata kita bisa terlihat lebih hidup dan lebih mengena ketika menatap ke segala arah.

Mengajarlah dengan hati adalah sebuah judul tulisan Prof. Komarudin hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam tulisan beliau, guru tidak boleh berhenti dalam belajar. Guru yang tidak siap materi mengajar yang akan diajarkan kepada siswanya. Maka guru itu akan terlihat kurang berwibawa didepan murid-muridnya. Menurut saya pendapat Prof. Komarudin sangat tepat sekali. Karena menurut saya Guru yang penampilannya menarik, menguasai materi pelajaran dengan baik dan mudah senyum (ramah) kepada muridnya tentu akan menjadi guru idola.

Dalam Profesinya, yang dihadapi guru dilapangan adalah benda hidup yaitu murid. Guru harus bisa mengetahui psikologi (kondisi jiwa) anak didiknya. Usahakan untuk bisa memberikan pujian kepada anak yang bisa menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Sedangkan bila ada anak yang malas dalam belajar jangan segan-segan untuk memberikan sanksi. Sanksi itu bisa dalam bentuk menakut-nakuti mereka untuk tidak diberikan nilai. Hal ini memang perlu sekali dilakukan oleh guru. Agar anak-anak yang malas jadi memiliki rasa tanggung jawab untuk bisa selalu menyelesaikan tugas-tugas yang diembankan kepadanya.

Tutor itu seperti Baby Sitter

Pengalaman saya mengajar dibimbel. Rata-rata anak-anak yang saya tanyai merasa capek ketika harus belajar dibimbel. Karena sebagian besar waktu mereka mulai dari pagi sampai siang hari sudah dihabiskan untuk belajar disekolahan. Jadi ketika mereka harus belajar dibimbel diwaktu sore atau malam hari. Energi mereka tentu sudah terkuras habis di sekolahan.

Mereka biasanya menanyakan Pekerjaan Rumah (PR) yang didapatkan dari gurunya disekolahan. Di bimbel, Mereka harus bisa mendapatkan ilmu lebih yang tidak didapatkan disekolah. Selain itu, kita sebagai tutor bisa menjadi teman curhat bagi murid les kita. Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk pemberian perhatian yang lebih. Kita bisa memberikan solusi berbagai permasalahan yang dihadapi murid les kita. Tutor dibimbel itu seperti baby sitter yang harus selalu memperhatikan anak didiknya. Karena orang tuanya tentu tidak sedikit dalam mengeluarkan biaya untuk mengeleskan putra-putrinya di sebuah bimbingan belajar.

Sumber Gambar : cara belajar yang mudah